8 Distribusi Linux Terbaik Untuk Pemula Yang Ingin Pindah OS - Umahdroid

Linux Untuk Pemula - Saya mau install Linux untuk keperluan browsing, edit foto, video, desain, nulis laporan, distro Linux yang cocok untuk pemula apa ya?. Pertanyaan seperti itu sering sekali kita baca di group Linux Indonesia.


Variasi pertanyaan lain biasanya muncul spesifikasi, misal untuk laptop RAM 2GB. Untuk itu hari ini Umahdroid akan share rekomendasi distro Linux paling stabil, populer, serta mudah dipakai bahkan oleh new comer.


Dengan demikian kalian punya banyak waktu membiasakan diri.


Distro Linux Terbaik Untuk Pemula

Ini karena ada kita pernah melihat konten yang memasukan Kali Linux ke dalam distro for newbie. Padahal GNU/Linux untuk hacking tersebut ditujukan untuk expert user untuk keperluan penetration testing.


Bukan tidak boleh, tapi tidak direkomendasikan. Dikawatirkan, kalian akan pusing ketika ada error, menyerah, tidak jadi belajar, terus CLBK dengan Microsoft.


Linux Mint

Urutan pertama kita berikan kepada Linux Mint. Selain tampilan layout-nya tidak jauh berbeda dengan sistem operasi Windows, turunan Ubuntu ini juga punya dukungan komunitas yang cukup bagus.


Baca juga :


LM memakai Cinnamon sebagai lingkungan desktop bawaannya. Meski demikian, developer memberikan pengguna opsi edisi lain.


Screenshot Tampilan Linux Mint Terbaru

MATE, XFCE, serta Linux Mint Debian Edition merupakan beberapa opsi yang tersedia. Seperti namanya, LMDE dirancang dengan basis distro yang memakai karakter film Toy Story sebagai codename-nya.


Rasanya tidak berlebihan jika banyak orang menyebut Linux Mint sebagai salah satu distro Linux berbasis Ubuntu terbaik yang ada di dunia saat ini.


Elementary OS

Permisi, sekarang waktunya distro Linux paling keren (*) manggung. Untuk kalian yang mungkin naksir dengan tampilan minimalis ala Mac OS X milik Apple, Elementary OS mungkin perlu kalian pertimbangkan.


Pantheon lengkap dengan dock yang diletakan di bawah layar jadi ciri khas distro ini. Sampai artikel ini diterbitkan, versi terbaru adalah Elementary OS 6 Odin.



Perubahan (terutama perubahan visual dan fitur baru) yang dibawa oleh penerus Hera ini cukup banyak. Kalian bisa membaca daftar lengkapnya pada artikel yang sudah kita buat beberapa waktu yang lalu melalui link di atas.


Tertarik mencobanya?. Silahkan download Elementary OS gratis via website resminya yang beralamat di elementary.io.


Ubuntu

Kalian yang ingin belajar Linux setidaknya menempatkan Ubuntu pada daftar yang ingin kalian coba. Wajar saja, sistem operasi rancangan Canonical ini memang Linux paling populer di dunia, baik untuk server maupun dekstop.


GNOME kembali didapuk sebagai default DE pada Ubuntu Long Term Support pada rilis Bionic Beaver tahun 2018 lalu.


Tampilan Ubuntu Desktop GNOME

Ubuntu mudah digunakan, menawarkan user experience yang baik, serta dukungan komunitas yang luas. Soal pemakaian, lalian mungkin perlu lebih banyak waktu membiasakan diri karena tampilannya jauh berbeda dengan Windows.


Jika tetap ingin memakai distro ini tapi dengan antar muka tradisional, kalian bisa mencoba Kubuntu atau Lubuntu.


Zorin OS

Cari Windows-like UI tapi lebih bersih dan modern dari Linux Mint?. Zorin OS ada untuk kalian. Distro ini memang tidak sepopuler ketiga distro sebelumnya, tapi dengan basis Ubuntu, Zorin bisa jadi alternatif best Linux for beginner.


Baca juga :


Sama seperti induknya, Zorin menggunakan GNOME yang modifikasi sedemikian rupa hingga tampil menawan.



Developer menyediakan distro Linux berbayar lewat edisi Ultimate. Untuk versi free, silahkan bungkus Zorin Core, Zorin Education, atau Zorin Lite yang dirancang untuk perangkat dengan spesifikasi hardware pas-pasan.


Selain versi Lite, distribusi ini dibekali dengan Zorin Connect sebagai aplikasi integrasi smartphone Android dengan komputer.


Deepin Linux

Urutan selanjutnya kita berikan pada Deepin, distro asal China buatan Wuhan Deepin Technology Co., Ltd yang juga memiliki citarasa Mac OS dan Microsoft Windows 11 secara bersamaan.


Deepin sudah dibekali dengan aplikasi esensial seperti pemutar video, musik, penampil gambar & foto, serta aplikasi office untuk Linux.


Antarmuka Deepin Linux Terbaru

Berbeda dengan OS sebelumnya yang memakai GTK, distro yang mengembangkan sendiri Deepin Desktop Environment (DDE) ini berbasis Qt. Pengguna akan dimanjakan dengan effect blur di dalamnya.


Perbedaan lainnya, DL dibangun dengan basis Debian. Tertarik mencobanya?. Silahkan download Deepin terbaru lewat deepin.org.


KDE Neon

KDE Neon adalah sistem operasi resmi berbasis Ubuntu LTS yang dikembangkan oleh KDE Project untuk membawa keseluruhan KDE Software terbaru setiap rilisnya, sehingga cocok untuk user yang ingin aplikasinya selalu up to date.


Tidak seperti GNOME yang minim opsi, Plasma seperti Swiss Army Knife. Kalian akan disuguhi banyak sekali opsi kostumisasi Linux desktop.



Mau ganti icon, theme, login screen, applet, rombak tampilan ini-itu?. Tenang, semua bisa langsung dilakukan melalui System Settings. Jika diperlukan, Discover sebagai software center bawaan ada untuk kalian explore.


Neon mengusung tata letak tradisional seperti halnya Windows 10. Pengguna komputasi normal seharusnya tidak akan kesulitan memakainya.


Manjaro Linux

Hampir semua distro yang kita tulis berbasis Ubuntu / Debian. Tapi distro ini lahir dari keluarga berbeda. Manjaro adalah distro berbasis Arch Linux. Seperti orang tuanya, Ia mengusung model rolling release.


Baca juga :


Manjaro Linux tersedia untuk arsitektur 64-bit dan secara official menawarkan edisi XFCE, KDE, serta GNOME.


Tampilan Desktop Manjaro KDE

Selain itu, masih ada opsi lain, yakni Budgie, Cinnamon, Deepin, MATE, i3, serta Sway yang didukung oleh community. Tinggal pilih saja mana yang sekiranya sesuai kebutuhan atau selera.


Edisi ARM tersedia secara khusus untuk perangkat tertentu. Untuk daftar lengkapnya silahkan langsung saja merapat ke manjaro.org.


Pop!_OS

Distro selanjutnya merupakan buatan System76, yakni perusahaan komputer yang berbasis di Denver, Colorado, Amerika Serikat yang khusus memproduksi perangkat notebook, desktop, and server.


Belum lama ini, perusahaan yang bekerja sama dengan tim pengembang Elementary OS ini juga memproduksi mechanical keyboard.



Pop!_OS diracik untuk mengakomidir segala kebutuhan computing. Termasuk designing, gaming, sampai dengan programming. Untuk pengguna GPU Nvidia, kalian akan lebih dimudahkan, karena distro ini sudah include driver.


Saat artikel ini ditulis, mereka telah meluncurkan Cosmic, sebuah GNOME Shell Extension yang diciptakan dari feedback user.


Penutup

Dari seluruh sistem operasi bebas merdeka, (menurut kita) tidak ada standar distro X lebih baik dari distro Y. Bisa saja Bapak Budi mengatakan KDE Plasma yang paling bagus, tapi menurut Ibu Ani GNOME lah yang paling bagus.


Jadi semua kembali ke persepi pengguna masing-masing. Itu berarti, artikel ini bisa kalian gunakan untuk menjawab :

  • Distro Linux terbaik untuk programmer

  • Distro Linux terbaik untuk perkantoran

  • Distro Linux terbaik untuk programmer

  • Distro Linux terbaik untuk gaming

  • Distro Linux terbaik untuk laptop

  • Distro Linux terbaik untuk multimedia

  • Distro Linux terbaik untuk desain grafis

  • Distro Linux terbaik untuk blablabla


Ada baiknya mencobanya satu-persatu selama beberapa minggu. Ketika menemukan yang paling cocok, itulah yang terbaik untuk kalian. As simple as that.


Punya pertanyaan tentang Linux?. Silahkan tinggalkan komentar lewat kolom yang tersedia. Bagikan artikel ini ke sosial media kalian supaya lebih banyak orang Indonesia tahu sistem operasi gratis, ringan, dan stabil.

8 Distribusi Linux Terbaik Untuk Pemula Yang Ingin Pindah OS

Linux Untuk Pemula - Saya mau install Linux untuk keperluan browsing, edit foto, video, desain, nulis laporan, distro Linux yang cocok untuk pemula apa ya?. Pertanyaan seperti itu sering sekali kita baca di group Linux Indonesia.


Variasi pertanyaan lain biasanya muncul spesifikasi, misal untuk laptop RAM 2GB. Untuk itu hari ini Umahdroid akan share rekomendasi distro Linux paling stabil, populer, serta mudah dipakai bahkan oleh new comer.


Dengan demikian kalian punya banyak waktu membiasakan diri.


Distro Linux Terbaik Untuk Pemula

Ini karena ada kita pernah melihat konten yang memasukan Kali Linux ke dalam distro for newbie. Padahal GNU/Linux untuk hacking tersebut ditujukan untuk expert user untuk keperluan penetration testing.


Bukan tidak boleh, tapi tidak direkomendasikan. Dikawatirkan, kalian akan pusing ketika ada error, menyerah, tidak jadi belajar, terus CLBK dengan Microsoft.


Linux Mint

Urutan pertama kita berikan kepada Linux Mint. Selain tampilan layout-nya tidak jauh berbeda dengan sistem operasi Windows, turunan Ubuntu ini juga punya dukungan komunitas yang cukup bagus.


Baca juga :


LM memakai Cinnamon sebagai lingkungan desktop bawaannya. Meski demikian, developer memberikan pengguna opsi edisi lain.


Screenshot Tampilan Linux Mint Terbaru

MATE, XFCE, serta Linux Mint Debian Edition merupakan beberapa opsi yang tersedia. Seperti namanya, LMDE dirancang dengan basis distro yang memakai karakter film Toy Story sebagai codename-nya.


Rasanya tidak berlebihan jika banyak orang menyebut Linux Mint sebagai salah satu distro Linux berbasis Ubuntu terbaik yang ada di dunia saat ini.


Elementary OS

Permisi, sekarang waktunya distro Linux paling keren (*) manggung. Untuk kalian yang mungkin naksir dengan tampilan minimalis ala Mac OS X milik Apple, Elementary OS mungkin perlu kalian pertimbangkan.


Pantheon lengkap dengan dock yang diletakan di bawah layar jadi ciri khas distro ini. Sampai artikel ini diterbitkan, versi terbaru adalah Elementary OS 6 Odin.



Perubahan (terutama perubahan visual dan fitur baru) yang dibawa oleh penerus Hera ini cukup banyak. Kalian bisa membaca daftar lengkapnya pada artikel yang sudah kita buat beberapa waktu yang lalu melalui link di atas.


Tertarik mencobanya?. Silahkan download Elementary OS gratis via website resminya yang beralamat di elementary.io.


Ubuntu

Kalian yang ingin belajar Linux setidaknya menempatkan Ubuntu pada daftar yang ingin kalian coba. Wajar saja, sistem operasi rancangan Canonical ini memang Linux paling populer di dunia, baik untuk server maupun dekstop.


GNOME kembali didapuk sebagai default DE pada Ubuntu Long Term Support pada rilis Bionic Beaver tahun 2018 lalu.


Tampilan Ubuntu Desktop GNOME

Ubuntu mudah digunakan, menawarkan user experience yang baik, serta dukungan komunitas yang luas. Soal pemakaian, lalian mungkin perlu lebih banyak waktu membiasakan diri karena tampilannya jauh berbeda dengan Windows.


Jika tetap ingin memakai distro ini tapi dengan antar muka tradisional, kalian bisa mencoba Kubuntu atau Lubuntu.


Zorin OS

Cari Windows-like UI tapi lebih bersih dan modern dari Linux Mint?. Zorin OS ada untuk kalian. Distro ini memang tidak sepopuler ketiga distro sebelumnya, tapi dengan basis Ubuntu, Zorin bisa jadi alternatif best Linux for beginner.


Baca juga :


Sama seperti induknya, Zorin menggunakan GNOME yang modifikasi sedemikian rupa hingga tampil menawan.



Developer menyediakan distro Linux berbayar lewat edisi Ultimate. Untuk versi free, silahkan bungkus Zorin Core, Zorin Education, atau Zorin Lite yang dirancang untuk perangkat dengan spesifikasi hardware pas-pasan.


Selain versi Lite, distribusi ini dibekali dengan Zorin Connect sebagai aplikasi integrasi smartphone Android dengan komputer.


Deepin Linux

Urutan selanjutnya kita berikan pada Deepin, distro asal China buatan Wuhan Deepin Technology Co., Ltd yang juga memiliki citarasa Mac OS dan Microsoft Windows 11 secara bersamaan.


Deepin sudah dibekali dengan aplikasi esensial seperti pemutar video, musik, penampil gambar & foto, serta aplikasi office untuk Linux.


Antarmuka Deepin Linux Terbaru

Berbeda dengan OS sebelumnya yang memakai GTK, distro yang mengembangkan sendiri Deepin Desktop Environment (DDE) ini berbasis Qt. Pengguna akan dimanjakan dengan effect blur di dalamnya.


Perbedaan lainnya, DL dibangun dengan basis Debian. Tertarik mencobanya?. Silahkan download Deepin terbaru lewat deepin.org.


KDE Neon

KDE Neon adalah sistem operasi resmi berbasis Ubuntu LTS yang dikembangkan oleh KDE Project untuk membawa keseluruhan KDE Software terbaru setiap rilisnya, sehingga cocok untuk user yang ingin aplikasinya selalu up to date.


Tidak seperti GNOME yang minim opsi, Plasma seperti Swiss Army Knife. Kalian akan disuguhi banyak sekali opsi kostumisasi Linux desktop.



Mau ganti icon, theme, login screen, applet, rombak tampilan ini-itu?. Tenang, semua bisa langsung dilakukan melalui System Settings. Jika diperlukan, Discover sebagai software center bawaan ada untuk kalian explore.


Neon mengusung tata letak tradisional seperti halnya Windows 10. Pengguna komputasi normal seharusnya tidak akan kesulitan memakainya.


Manjaro Linux

Hampir semua distro yang kita tulis berbasis Ubuntu / Debian. Tapi distro ini lahir dari keluarga berbeda. Manjaro adalah distro berbasis Arch Linux. Seperti orang tuanya, Ia mengusung model rolling release.


Baca juga :


Manjaro Linux tersedia untuk arsitektur 64-bit dan secara official menawarkan edisi XFCE, KDE, serta GNOME.


Tampilan Desktop Manjaro KDE

Selain itu, masih ada opsi lain, yakni Budgie, Cinnamon, Deepin, MATE, i3, serta Sway yang didukung oleh community. Tinggal pilih saja mana yang sekiranya sesuai kebutuhan atau selera.


Edisi ARM tersedia secara khusus untuk perangkat tertentu. Untuk daftar lengkapnya silahkan langsung saja merapat ke manjaro.org.


Pop!_OS

Distro selanjutnya merupakan buatan System76, yakni perusahaan komputer yang berbasis di Denver, Colorado, Amerika Serikat yang khusus memproduksi perangkat notebook, desktop, and server.


Belum lama ini, perusahaan yang bekerja sama dengan tim pengembang Elementary OS ini juga memproduksi mechanical keyboard.



Pop!_OS diracik untuk mengakomidir segala kebutuhan computing. Termasuk designing, gaming, sampai dengan programming. Untuk pengguna GPU Nvidia, kalian akan lebih dimudahkan, karena distro ini sudah include driver.


Saat artikel ini ditulis, mereka telah meluncurkan Cosmic, sebuah GNOME Shell Extension yang diciptakan dari feedback user.


Penutup

Dari seluruh sistem operasi bebas merdeka, (menurut kita) tidak ada standar distro X lebih baik dari distro Y. Bisa saja Bapak Budi mengatakan KDE Plasma yang paling bagus, tapi menurut Ibu Ani GNOME lah yang paling bagus.


Jadi semua kembali ke persepi pengguna masing-masing. Itu berarti, artikel ini bisa kalian gunakan untuk menjawab :

  • Distro Linux terbaik untuk programmer

  • Distro Linux terbaik untuk perkantoran

  • Distro Linux terbaik untuk programmer

  • Distro Linux terbaik untuk gaming

  • Distro Linux terbaik untuk laptop

  • Distro Linux terbaik untuk multimedia

  • Distro Linux terbaik untuk desain grafis

  • Distro Linux terbaik untuk blablabla


Ada baiknya mencobanya satu-persatu selama beberapa minggu. Ketika menemukan yang paling cocok, itulah yang terbaik untuk kalian. As simple as that.


Punya pertanyaan tentang Linux?. Silahkan tinggalkan komentar lewat kolom yang tersedia. Bagikan artikel ini ke sosial media kalian supaya lebih banyak orang Indonesia tahu sistem operasi gratis, ringan, dan stabil.

Tidak ada komentar

DAPATKAN UPDATE ARTIKEL GRATIS