7 Aplikasi Download Manager Terbaik untuk Linux Pengganti IDM - Umahdroid
Aplikasi Downloader Linux - Salah satu hal yang paling banyak ditanyakan oleh pengguna yang baru migrasi dari sistem operasi Windows adalah tentang aplikasi downloader terbaik di Linux.

Para pengguna sistem operasi jendela tentu sudah sangat familiar dengan Internet Download Manager (IDM) dan Download Accelerator Plus (DAP).

Tidak heran pertanyaan bagaimana cara instal IDM di Linux, apa bisa pasang IDM di Linux, dan  pertanyaan sejenisnya sering sekali muncul di berbagai grup GNU/Linux.

Download Manager Linux

Memang kita tidak bisa menginstal IDM secara native karena pengembangnya memang tidak membuat IDM untuk Linux. Tapi tidak perlu kawatir, banyak aplikasi alternatif yang bisa kita pakai disini.

#1 XDMan

XDMan adalah singkatan dari Xtreme Download Manager yang diklaim dapat mempecepat proses unduh hungga 500%. Inilah aplikasi yang paling sering disarankan penghuni forum dan grup open source.

Tampilan XDM 2018

Aplikasi ini dibekali dengan fitur browser integration untuk berbagai peramban populer seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, dan Vivaldi.

Jika tertarik memasangnya, silahkan baca tutorial instal XDM di Ubuntu.

#2 FlareGet

Jika kalian mencari aplikasi download manager yang tampilan dan fiturnya sangat mirip dengan Internet Download Manager pada Windows, maka Flareget adalah jawabannya.

Berikut video saat Flareget digunakan di Ubuntu :


Pengembang menyediakan versi Free (gratis) dan Pro (berbayar) untuk membuka beberapa fitur kunci yang tidak dimiliki versi pertama. Harga lisensinya US $10 (sekitar Rp140ribuan).

#3 Persepolis

Persepolis adalah free download manager yang ditulis dengan Pyhton. Aplikasi ini tidak hanya tersedia untuk distribusi Linux, pengembang juga membuat versi BSD, Mac OS, dan Microsoft Windows.

Tampilan Persepolis Download Manager

Untuk menginstal Persepolis di Ubuntu, jalankan perintah ini :

sudo add-apt-repository ppa:persepolis/ppa
sudo apt update
sudo apt install persepolis

Paketnya sendiri tersedia untuk Ubuntu 19.04, 18.10, 18.04 LTS, 17.10, 17.04, 16.10, 16.04 LTS dan keturunannya.

#4 uGet

uGet adalah aplikasi downloader dengan fitur yang tidak kalah dengan aplikasi yang telah kita sebutkan sebelumnya. Kita bisa multi-threading download, pause/resume, queu, limit speed, dll.

Tampilan uGet Ubuntu

Kita bisa menginstal uGet di Ubuntu lewat PPA dengan menjalankan 3 baris perintah dibawah ini di Terminal :

sudo add-apt-repository ppa:plushuang-tw/uget-stable
sudo apt-get update
sudo apt-get install uget

Untuk yang menggunakan t-tujikawa silahkan hapus PPA tersebut dihapus, karena tidak memiliki rilis baru, jadi ketika di run akan muncul W: The repository 'blablabla Release' does not have a Release file.

#5 kGet

Awalnya kGet adalah bagian dari proyek KDE. Seiring waktu, tool ini tersedia untuk distro mayor. Seperti sudah menjadi fitur wajib, kGet juga dilengkapi dengan kemampuan melanjutkan download-an yang gagal.

Tampilan kGet di Xubuntu 18.04 LTS

Fitur lain seperti system tray, integrasi dengan web browser (Konqueror, Firefox), melihat checksum juga bisa dinikmati oleh pengguna.

Ikuti langkah berikut untuk menginstal kGet :
  • Buka Terminal (Ctrl+Alt+T)
  • Ketikan perintah sudo apt install kget
  • Masukan password saat diminta
  • Tunggu proses fetching dan unpacking selesai

#6 Aria2

Jika kalian termasuk pengguna yang maniak perintah berbasis teks, Aria2 bisa menjadi pilihan bagus. Aria2 adalah download utility berbasis command line untuk Linux yang dilisensikan dibawah GPL.

Aria2 Download Utility

Paketnya sudah tersedia di repository distro baru, jadi tinggal :

sudo apt update
sudo apt install aria2

Enaknya, Aria2 dilengkapi dengan BitTorrent extensions, web seeding, dan local peer discovery, jadi kita bisa download torrent lewat Terminal.

#7 Download Utility Lain

Selain aplikasi di atas, sebenarnya masih ada SteadyFlow dan MultiGet. Tapi itu sengaja tidak kita deskripsikan lebih detail karena sepertinya proyeknya sudah mandek bertahun-tahun.

Paket Steadyflow.deb terakhir kali tersedia di Ubuntu 14.04 LTS (sudah EOL), sedangkan MultiGet terakhir ada di alpha yang dirilis 2010 lalu.

Dari 7 aplikasi downloader Linux diatas, mana yang menurut kalian paling bagus untuk digunakan?. Silahkan bagikan pendapat kalian di kolom komentar dibawah. Sampai jumpa di artikel open source lainnya. Terimakasih sudah membaca!.

7 Aplikasi Download Manager Terbaik untuk Linux Pengganti IDM

Aplikasi Downloader Linux - Salah satu hal yang paling banyak ditanyakan oleh pengguna yang baru migrasi dari sistem operasi Windows adalah tentang aplikasi downloader terbaik di Linux.

Para pengguna sistem operasi jendela tentu sudah sangat familiar dengan Internet Download Manager (IDM) dan Download Accelerator Plus (DAP).

Tidak heran pertanyaan bagaimana cara instal IDM di Linux, apa bisa pasang IDM di Linux, dan  pertanyaan sejenisnya sering sekali muncul di berbagai grup GNU/Linux.

Download Manager Linux

Memang kita tidak bisa menginstal IDM secara native karena pengembangnya memang tidak membuat IDM untuk Linux. Tapi tidak perlu kawatir, banyak aplikasi alternatif yang bisa kita pakai disini.

#1 XDMan

XDMan adalah singkatan dari Xtreme Download Manager yang diklaim dapat mempecepat proses unduh hungga 500%. Inilah aplikasi yang paling sering disarankan penghuni forum dan grup open source.

Tampilan XDM 2018

Aplikasi ini dibekali dengan fitur browser integration untuk berbagai peramban populer seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, dan Vivaldi.

Jika tertarik memasangnya, silahkan baca tutorial instal XDM di Ubuntu.

#2 FlareGet

Jika kalian mencari aplikasi download manager yang tampilan dan fiturnya sangat mirip dengan Internet Download Manager pada Windows, maka Flareget adalah jawabannya.

Berikut video saat Flareget digunakan di Ubuntu :


Pengembang menyediakan versi Free (gratis) dan Pro (berbayar) untuk membuka beberapa fitur kunci yang tidak dimiliki versi pertama. Harga lisensinya US $10 (sekitar Rp140ribuan).

#3 Persepolis

Persepolis adalah free download manager yang ditulis dengan Pyhton. Aplikasi ini tidak hanya tersedia untuk distribusi Linux, pengembang juga membuat versi BSD, Mac OS, dan Microsoft Windows.

Tampilan Persepolis Download Manager

Untuk menginstal Persepolis di Ubuntu, jalankan perintah ini :

sudo add-apt-repository ppa:persepolis/ppa
sudo apt update
sudo apt install persepolis

Paketnya sendiri tersedia untuk Ubuntu 19.04, 18.10, 18.04 LTS, 17.10, 17.04, 16.10, 16.04 LTS dan keturunannya.

#4 uGet

uGet adalah aplikasi downloader dengan fitur yang tidak kalah dengan aplikasi yang telah kita sebutkan sebelumnya. Kita bisa multi-threading download, pause/resume, queu, limit speed, dll.

Tampilan uGet Ubuntu

Kita bisa menginstal uGet di Ubuntu lewat PPA dengan menjalankan 3 baris perintah dibawah ini di Terminal :

sudo add-apt-repository ppa:plushuang-tw/uget-stable
sudo apt-get update
sudo apt-get install uget

Untuk yang menggunakan t-tujikawa silahkan hapus PPA tersebut dihapus, karena tidak memiliki rilis baru, jadi ketika di run akan muncul W: The repository 'blablabla Release' does not have a Release file.

#5 kGet

Awalnya kGet adalah bagian dari proyek KDE. Seiring waktu, tool ini tersedia untuk distro mayor. Seperti sudah menjadi fitur wajib, kGet juga dilengkapi dengan kemampuan melanjutkan download-an yang gagal.

Tampilan kGet di Xubuntu 18.04 LTS

Fitur lain seperti system tray, integrasi dengan web browser (Konqueror, Firefox), melihat checksum juga bisa dinikmati oleh pengguna.

Ikuti langkah berikut untuk menginstal kGet :
  • Buka Terminal (Ctrl+Alt+T)
  • Ketikan perintah sudo apt install kget
  • Masukan password saat diminta
  • Tunggu proses fetching dan unpacking selesai

#6 Aria2

Jika kalian termasuk pengguna yang maniak perintah berbasis teks, Aria2 bisa menjadi pilihan bagus. Aria2 adalah download utility berbasis command line untuk Linux yang dilisensikan dibawah GPL.

Aria2 Download Utility

Paketnya sudah tersedia di repository distro baru, jadi tinggal :

sudo apt update
sudo apt install aria2

Enaknya, Aria2 dilengkapi dengan BitTorrent extensions, web seeding, dan local peer discovery, jadi kita bisa download torrent lewat Terminal.

#7 Download Utility Lain

Selain aplikasi di atas, sebenarnya masih ada SteadyFlow dan MultiGet. Tapi itu sengaja tidak kita deskripsikan lebih detail karena sepertinya proyeknya sudah mandek bertahun-tahun.

Paket Steadyflow.deb terakhir kali tersedia di Ubuntu 14.04 LTS (sudah EOL), sedangkan MultiGet terakhir ada di alpha yang dirilis 2010 lalu.

Dari 7 aplikasi downloader Linux diatas, mana yang menurut kalian paling bagus untuk digunakan?. Silahkan bagikan pendapat kalian di kolom komentar dibawah. Sampai jumpa di artikel open source lainnya. Terimakasih sudah membaca!.

3 comments:

DAPATKAN UPDATE GRATIS VIA EMAIL