Mengenal Pentingnya SSD Wear Leveling dan Cara Mengeceknya - Umahdroid
Wear Level Pada SSD - Halo, apa kabar semua?. Hari ini Umahdroid akan membahas soal wear leveling pada Solid State Drive. Ini penting untuk kalian yang memakai atau berencana membeli SSD, misalnya Samsung 860 EVO 500GB.

SSD adalah sebuah storage yang dirancang tanpa tanpa menggunakan bagian mekanis yang bergerak seperti halnya harddisk. Media penyimpanan ini menyimpan data secara elektronik pada memori flash.

Dulu SSD drive sangat populer sebagai primary storage pada laptop high-end.

Cara Mengatahui Wear Level SSD

Tapi seiring berjalannya waktu, kini Ia sudah lebih merakyat. Walaupun harganya masih jauh di atas HDD konvensional, SSD seperti barang wajib untuk pengguna yang ingin mempercepat kinerja PC desktop atau laptop kesayangannya.

SSD vs HDD Seperti Langit dan Bumi

Mari kita mulai dari apa yang membedakan SSD dengan HDD konvensional, sebelum masuk ke bahasan utama dan fokus ke wear leveling yang penting diketahui sebagai tolok-ukur memperpanjang umur SSD.

Baca juga :

Solid State Drive mulai populer di akhir tahun 2000-an. Saat pertama kali diperkenalkan, harganya jauuuuuuuuh lebih mahal daripada hard disk drive.


Tapi gap harga tersebut sudah tidak terlalu ekstrim seperti dulu. Harga SSD di 2020 memang sedikit naik karena pandemik terkutuk!.

Kembali ke topik, ada beberapa cara untuk membandingkan Solid State Drive versus Hard Drive mekanis. Sekarang mari kita lihat bagaimana 2 teknologi yang sangat berbeda ini saling melengkapi.

#1 Hard Disk Drive

  • Data disimpan di piringan magnetis
  • Kapasitas besar, harga murah
  • Perlu berputar sebelum beroprasi
  • Mengalami fragmentasi
  • Rawan benturan dan guncangan
  • Ukuran besar dan brisik
  • Butuh daya listrik lebih besar

#2 Solid State Drive

  • Data disimpan dalam memori flash
  • Kapasitas kecil, harga mahal
  • Dapat beroprasi instan sesuai kebutuhan
  • Tidak mengalami fragmentasi
  • Lebih tahan guncangan dan benturan
  • Ukuran kompak dan senyap
  • Butuh daya listrik lebih kecil

Seperti mahkluk hidup, media penyimpanan juga memiliki umur. Semakin tua, semakin lemah. Hal ini yang berkaitan erat dengan istilah wear leveling yang sedang / akan kita bahas.

Apa itu Wear Level Pada Solid State Drive?

Untuk memahami wear leveling, pertama-tama kita perlu melihat bagaimana performa SSD menurun saat digunakan berulang kali. Bank flash memory terdiri dari individual cells yang digunakan untuk menyimpan data.

Membaca data dari cell tidak berpengaruh pada degradasi, tapi menghapus dan menulis memiliki pengaruh.

Wear Level Pada Solid State Drive

Single-level cell flash memori NAND memiliki rate antara 50.000 and 100.000 siklus penghapusan. Proses wear level mendistribusikan siklus tulis dan hapus secara merata di sepanjang cell untuk memperpanjang umur.

Wear level sendiri dilakukan oleh micro-controller atau fimware. Prosesnya dilakukan oleh dua jenis algoritma.

#1 Dynamic Wear Leveling

Ketika "perataan keausan dinamis" digunakan, block yang melakukan penulisan ulang diposisikan ulang ke blok baru. Algoritma akan dengan pintar memilih blok kosong untuk menulis data.

Baca juga :

Jumlah penulisan data yang dilakukan tersebut akan dikontrol oleh controller dalam Solid State Drive.

Dynamic Wear Leveling Pada SSD

Kelemahan dari dynamic wear leveling adalah blok data yang tidak sering diperbarui tidak dipindahkan, jadi bisa menyebabkan suatu blok aus secara tidak merata. Lihat ilustrasi gambar di atas untuk lebih jelasnya.

#2 Static Wear Leveling

Teknik yang sama juga digunakan oleh "perataan keausan statis". Bedanya, blok data statis dipindahkan ketika jumlah penghapusan blok sudah berada di bawah batas tertentu.

Algoritma wear level ini mengarah pada perataan yang lebih efektif dan meningkatkan umur perangkat. Kekurangannya, kinerja tulis jadi sedikit lebih lambat.

Static Wear Leveling Pada SSD

Itu sebabnya dukungan TRIM sangat penting karena dapat menginstruksikan flash device saat blok memori dapat dihapus. Secara tidak langsung, fitur ini dapat berguna untuk memperpanjang masa pakai Solid State Drive.

Cara Mengecek Wear Level SSD

Ada beberapa cara mengetes wear level SSD. Disini kita bisa memanfaatkan S.M.A.R.T aka Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan.

Baca juga :

Para pengguna Windows, kalian bisa memakai CrystalDiskInfo. Aplikasinya gratis, jadi kalian bisa men-download-nya secara bebas.

Cara Check Wear Level SSD di Windows

Untuk tujuan kita, silahkan lihat pada Health Status yang mana menandakan kesehatan media penyimpanan dan Total Host Writes yang mana merupakan jumlah total data yang telah ditulis selama dipakai.

Itu saja yang bisa kita sampaikan soal cara cek wear level Solid State Drive. Terimakasih sudah membaca. Sampai jumpa di artikel teknologi lainnya.

Mengenal Pentingnya SSD Wear Leveling dan Cara Mengeceknya

Wear Level Pada SSD - Halo, apa kabar semua?. Hari ini Umahdroid akan membahas soal wear leveling pada Solid State Drive. Ini penting untuk kalian yang memakai atau berencana membeli SSD, misalnya Samsung 860 EVO 500GB.

SSD adalah sebuah storage yang dirancang tanpa tanpa menggunakan bagian mekanis yang bergerak seperti halnya harddisk. Media penyimpanan ini menyimpan data secara elektronik pada memori flash.

Dulu SSD drive sangat populer sebagai primary storage pada laptop high-end.

Cara Mengatahui Wear Level SSD

Tapi seiring berjalannya waktu, kini Ia sudah lebih merakyat. Walaupun harganya masih jauh di atas HDD konvensional, SSD seperti barang wajib untuk pengguna yang ingin mempercepat kinerja PC desktop atau laptop kesayangannya.

SSD vs HDD Seperti Langit dan Bumi

Mari kita mulai dari apa yang membedakan SSD dengan HDD konvensional, sebelum masuk ke bahasan utama dan fokus ke wear leveling yang penting diketahui sebagai tolok-ukur memperpanjang umur SSD.

Baca juga :

Solid State Drive mulai populer di akhir tahun 2000-an. Saat pertama kali diperkenalkan, harganya jauuuuuuuuh lebih mahal daripada hard disk drive.


Tapi gap harga tersebut sudah tidak terlalu ekstrim seperti dulu. Harga SSD di 2020 memang sedikit naik karena pandemik terkutuk!.

Kembali ke topik, ada beberapa cara untuk membandingkan Solid State Drive versus Hard Drive mekanis. Sekarang mari kita lihat bagaimana 2 teknologi yang sangat berbeda ini saling melengkapi.

#1 Hard Disk Drive

  • Data disimpan di piringan magnetis
  • Kapasitas besar, harga murah
  • Perlu berputar sebelum beroprasi
  • Mengalami fragmentasi
  • Rawan benturan dan guncangan
  • Ukuran besar dan brisik
  • Butuh daya listrik lebih besar

#2 Solid State Drive

  • Data disimpan dalam memori flash
  • Kapasitas kecil, harga mahal
  • Dapat beroprasi instan sesuai kebutuhan
  • Tidak mengalami fragmentasi
  • Lebih tahan guncangan dan benturan
  • Ukuran kompak dan senyap
  • Butuh daya listrik lebih kecil

Seperti mahkluk hidup, media penyimpanan juga memiliki umur. Semakin tua, semakin lemah. Hal ini yang berkaitan erat dengan istilah wear leveling yang sedang / akan kita bahas.

Apa itu Wear Level Pada Solid State Drive?

Untuk memahami wear leveling, pertama-tama kita perlu melihat bagaimana performa SSD menurun saat digunakan berulang kali. Bank flash memory terdiri dari individual cells yang digunakan untuk menyimpan data.

Membaca data dari cell tidak berpengaruh pada degradasi, tapi menghapus dan menulis memiliki pengaruh.

Wear Level Pada Solid State Drive

Single-level cell flash memori NAND memiliki rate antara 50.000 and 100.000 siklus penghapusan. Proses wear level mendistribusikan siklus tulis dan hapus secara merata di sepanjang cell untuk memperpanjang umur.

Wear level sendiri dilakukan oleh micro-controller atau fimware. Prosesnya dilakukan oleh dua jenis algoritma.

#1 Dynamic Wear Leveling

Ketika "perataan keausan dinamis" digunakan, block yang melakukan penulisan ulang diposisikan ulang ke blok baru. Algoritma akan dengan pintar memilih blok kosong untuk menulis data.

Baca juga :

Jumlah penulisan data yang dilakukan tersebut akan dikontrol oleh controller dalam Solid State Drive.

Dynamic Wear Leveling Pada SSD

Kelemahan dari dynamic wear leveling adalah blok data yang tidak sering diperbarui tidak dipindahkan, jadi bisa menyebabkan suatu blok aus secara tidak merata. Lihat ilustrasi gambar di atas untuk lebih jelasnya.

#2 Static Wear Leveling

Teknik yang sama juga digunakan oleh "perataan keausan statis". Bedanya, blok data statis dipindahkan ketika jumlah penghapusan blok sudah berada di bawah batas tertentu.

Algoritma wear level ini mengarah pada perataan yang lebih efektif dan meningkatkan umur perangkat. Kekurangannya, kinerja tulis jadi sedikit lebih lambat.

Static Wear Leveling Pada SSD

Itu sebabnya dukungan TRIM sangat penting karena dapat menginstruksikan flash device saat blok memori dapat dihapus. Secara tidak langsung, fitur ini dapat berguna untuk memperpanjang masa pakai Solid State Drive.

Cara Mengecek Wear Level SSD

Ada beberapa cara mengetes wear level SSD. Disini kita bisa memanfaatkan S.M.A.R.T aka Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan.

Baca juga :

Para pengguna Windows, kalian bisa memakai CrystalDiskInfo. Aplikasinya gratis, jadi kalian bisa men-download-nya secara bebas.

Cara Check Wear Level SSD di Windows

Untuk tujuan kita, silahkan lihat pada Health Status yang mana menandakan kesehatan media penyimpanan dan Total Host Writes yang mana merupakan jumlah total data yang telah ditulis selama dipakai.

Itu saja yang bisa kita sampaikan soal cara cek wear level Solid State Drive. Terimakasih sudah membaca. Sampai jumpa di artikel teknologi lainnya.

Tidak ada komentar

DAPATKAN UPDATE ARTIKEL GRATIS