6 Fakta Signal Messenger Yang Tidak Banyak Diketahui Orang - Umahdroid

Signal Private Messenger - Kita tentu sepakat, aplikasi pesan instan Signal naik daun setelah Facebook sebagai induk perusahaan WA mengubah kebijakan privasi yang mengijinkan mereka mengolah data pribadi pengguna.


Untuk para veteran, mungkin kalian akan lebih cocok menggunakan Signal sebagai aplikasi pengganti WA. Ia mirip dengan WhatsApp versi lama, tapi dalam kemasan dan fitur yang jauh lebih canggih.


Kita sudah memakainya cukup lama. Sampai artikel ini diterbitkan, Signal berjalan sangat stabil di ponsel Samsung dan Zenfone kita.


Fakta Signal App Yang Jarang Diketahui

Tapi bukan itu yang akan Umahdroid bahas. Kali ini kita akan fokus ke fakta mengenai aplikasi Signal yang jarang diketahui masyarakat, dan bahkan mungkin oleh penggunanya sendiri.


Semoga artikel ini bisa menambah wawasan, bermanfaat, serta berkah. Tanpa banyak babibu lagi, mari langsung kita mulai saja!.


Signal Messenger Bukan Buatan Brian Acton

Banyak media menganggap Signal Private Messenger buatan Brian Acton, mantan bos WhatsApp. Faktanya, itu tidak benar. TextSecure dan RedPhone yang dilebur menjadi Signal dibuat oleh Moxie Marlinspike dan Stuart Anderson.


Baca juga :


Signal untuk iOS meluncur pada akhir Juli 2014, sedangkan versi Android melenggang pada November 2015.


Sejarah Terciptanya Aplikasi Signal

Brian baru bergabung dengan Moxie CS dan mendirikan Signal Foundation pada 21 Februari 2018. Misinya mengembangkan teknologi komunikasi global yang aman serta melindungi kebebasan berekspresi.


Ia memulai yayasan dengan $50 juta yang didapat dari pinjaman setelah cabut dari Facebook pada 2017 karena selisih paham dengan Mark Zuckerberg.


Pada akhir tahun 2018, jumlah tersebut meningkat menjadi $105.000.400, yang akan dilunasi pada tanggal 28 Februari 2068. Pinjaman tersebut tanpa jaminan dan dengan bunga 0%.


Dikelola Oleh Organisasi 501(c)(3) Non Profit

"Alah nanti kalo udah banyak yang pakai paling juga dibayar FB". Lagi-lagi, ini juga keliru. Signal merupakan 501(c)(3). Kode tersebut merupakan kode organisasi non profit dalam hukum federal Amerika Serikat.


Organisasi 501(c)(3) non profit TIDAK AKAN BISA DIBELI oleh perusahaan profit. Artinya, aplikasi pesan gratis ini aman dari Amazon, Facebook, dst.


Signal App Adalah Organisasi Non Profit

Informasi ini bisa dilihat pada website mereka di signal.org dan signalfoundation.org. Di bagian footer tertulis jelas, © 2013–2021 Signal, a 501c3 nonprofit. Signal is a registered trademark in the United States and other countries.


Organisasi amal, ilmiah, keagamaan, pendidikan, sastra, hingga pencegahan kekejaman terhadap anak dan hewan termasuk dalam kategori organisasi nirlaba ini.


Untuk informasi tambahan saja (karena menurut kita cukup penting), dijelaskan dalam pasal, 501(c)(3) dilarang melakukan kegiatan kampanye politik untuk campur tangan dalam pemilihan jabatan publik.


Protokol Diadopsi Banyak Perusahaan Raksasa

Kalian mungkin cukup familiar dengan end to end encryption. Tidak banyak yang tahu, protokol yang digunakan WhatsApp adalah Signal Protocol yang dikembangkan oleh Trevor Perrin dan Moxie Marlinspike lewat Open Whisper System.


Baca juga :


Secret Conversations pada Skype, Google RCS, dan Secret Conversations pada FB Messenger adalah beberapa contoh lainnya.


Protokol Signal Diadopsi Perusahaan Besar

Protokol Signal tidak mencegah perusahaan menyimpan informasi tentang kapan dan dengan siapa pengguna berkomunikasi. Oleh karena itu, mungkin ada perbedaan dalam cara penyedia layanan pesan dalam menangani informasi.


Itu sebabnya perusahaan seperti Facebook bisa "mengeruk" metadata jutaan pengguna WhatsApp untuk dijual ke pengiklan.


Selain protokolnya yang mendunia, Signal app juga banyak dipilih oleh pejabat, aktivis, jurnalis, gerakan unjuk rasa, Edward Snowden, Elon Musk, Jack Dorsey, bahkan Mark Zuckerberg.


Dibekali Fitur Canggih Bernama Sealed Sender

Jika pihak WhatsApp bisa mengetahui dengan siapa saja kita chat lewat metadata, Signal tidak. Upayanya untuk meminimalkan jumlah data dan metadata pada tiap pesan menjadikannya leading encrypted messaging app.


Bayangkan kalian mengirim surat fisik tradisional. Bagian luar paket akan menyertakan alamat pengirim dan penerima ya kan?.



Komponen dasar yang sama berlaku dalam dunia komunikasi. Penyedia layanan tidak dapat "melihat ke isi pesan" karena konten terenkripsi E2E, tetapi informasi yang tertulis di luar tidak tercover enkripsi.


Dengan fitur sealed sender yang dimiliki Signal, pertukaran informasi / data ketika komunikasi berlangsung akan menjadi jauh lebih aman.


Isi pesan dienkripsi E2E dengan Signal Protocol seperti biasa, tetapi "amplop" yang berisi sertifikat pengirim serta cipher-text pesan juga dienkripsi menggunakan kunci identitas pengirim dan penerima.


Pengembang Tidak Suka Exploitasi Data User

Facebook tidak membangun teknologi untuk kita, mereka membangun teknologi untuk data kita. Mereka mengumpulkan semua yang mereka bisa dari FB, WA, dan Instagram lalu menjualnya. Begitu kata Signal dalam blog resminya.


Baca juga :


Dalam artikel yang sama, mereka membagikan betapa lengkapnya data pengguna yang bisa dikumpulkan oleh Facebook CS.


Iklan Instagram Data Pengguna Aplikasi

Metadata memuat data sensitif yang seharusnya bersifat pribadi yang bisa dikontrol oleh pengguna, bukan sebagai bahan yang bisa diexploitasi tanpa batas oleh pihak-pihak tertentu.


Kita jadi teringat dengan pengakuan Michael Hayden, seorang mantan kepala Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat.


Ia pernah mengakui, "Kami mem6unuh orang berdasarkan metadata dengan Drone Strike di seluruh dunia". Sampai disini, masihkah ada yang berfikir atau menganggap metadata tidak penting?.


Platform & Spirit Open Source Software (FOSS)

Moxie dan timnya percaya pada software open source. Mereka membuka seluruh source code server dan client yang tersedia untuk platform Android, iOS, sedangkan untuk desktop, ada Windows, Mac OS, dan Signal untuk Linux.


Seperti proyek open source lainnya, Signal menyediakan saluran komunitas dimana user bisa berinteraksi dengan developer.


Signal Messenger Community

Di tempat yang sama, kita bisa mengikuti proses pengembangan versi Beta, memberikan feedback, atau berbagi informasi antar member. Tertarik?. Kalian bisa mengunjungi forum resminya di community.signalusers.org.


Untuk yang ingin memberikan kontribusi berupa materi, Signal menerima donasi, termasuk dalam bentuk cryptocurrency.


Itulah fakta menarik tentang Signal Messenger, aplikasi chat yang aman selain WhatsApp dan Telegram yang bisa kita tulis. Ikuti terus update dunia teknologi terbaru dengan like and follow akun sosial media Umahdroid.

6 Fakta Signal Messenger Yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Signal Private Messenger - Kita tentu sepakat, aplikasi pesan instan Signal naik daun setelah Facebook sebagai induk perusahaan WA mengubah kebijakan privasi yang mengijinkan mereka mengolah data pribadi pengguna.


Untuk para veteran, mungkin kalian akan lebih cocok menggunakan Signal sebagai aplikasi pengganti WA. Ia mirip dengan WhatsApp versi lama, tapi dalam kemasan dan fitur yang jauh lebih canggih.


Kita sudah memakainya cukup lama. Sampai artikel ini diterbitkan, Signal berjalan sangat stabil di ponsel Samsung dan Zenfone kita.


Fakta Signal App Yang Jarang Diketahui

Tapi bukan itu yang akan Umahdroid bahas. Kali ini kita akan fokus ke fakta mengenai aplikasi Signal yang jarang diketahui masyarakat, dan bahkan mungkin oleh penggunanya sendiri.


Semoga artikel ini bisa menambah wawasan, bermanfaat, serta berkah. Tanpa banyak babibu lagi, mari langsung kita mulai saja!.


Signal Messenger Bukan Buatan Brian Acton

Banyak media menganggap Signal Private Messenger buatan Brian Acton, mantan bos WhatsApp. Faktanya, itu tidak benar. TextSecure dan RedPhone yang dilebur menjadi Signal dibuat oleh Moxie Marlinspike dan Stuart Anderson.


Baca juga :


Signal untuk iOS meluncur pada akhir Juli 2014, sedangkan versi Android melenggang pada November 2015.


Sejarah Terciptanya Aplikasi Signal

Brian baru bergabung dengan Moxie CS dan mendirikan Signal Foundation pada 21 Februari 2018. Misinya mengembangkan teknologi komunikasi global yang aman serta melindungi kebebasan berekspresi.


Ia memulai yayasan dengan $50 juta yang didapat dari pinjaman setelah cabut dari Facebook pada 2017 karena selisih paham dengan Mark Zuckerberg.


Pada akhir tahun 2018, jumlah tersebut meningkat menjadi $105.000.400, yang akan dilunasi pada tanggal 28 Februari 2068. Pinjaman tersebut tanpa jaminan dan dengan bunga 0%.


Dikelola Oleh Organisasi 501(c)(3) Non Profit

"Alah nanti kalo udah banyak yang pakai paling juga dibayar FB". Lagi-lagi, ini juga keliru. Signal merupakan 501(c)(3). Kode tersebut merupakan kode organisasi non profit dalam hukum federal Amerika Serikat.


Organisasi 501(c)(3) non profit TIDAK AKAN BISA DIBELI oleh perusahaan profit. Artinya, aplikasi pesan gratis ini aman dari Amazon, Facebook, dst.


Signal App Adalah Organisasi Non Profit

Informasi ini bisa dilihat pada website mereka di signal.org dan signalfoundation.org. Di bagian footer tertulis jelas, © 2013–2021 Signal, a 501c3 nonprofit. Signal is a registered trademark in the United States and other countries.


Organisasi amal, ilmiah, keagamaan, pendidikan, sastra, hingga pencegahan kekejaman terhadap anak dan hewan termasuk dalam kategori organisasi nirlaba ini.


Untuk informasi tambahan saja (karena menurut kita cukup penting), dijelaskan dalam pasal, 501(c)(3) dilarang melakukan kegiatan kampanye politik untuk campur tangan dalam pemilihan jabatan publik.


Protokol Diadopsi Banyak Perusahaan Raksasa

Kalian mungkin cukup familiar dengan end to end encryption. Tidak banyak yang tahu, protokol yang digunakan WhatsApp adalah Signal Protocol yang dikembangkan oleh Trevor Perrin dan Moxie Marlinspike lewat Open Whisper System.


Baca juga :


Secret Conversations pada Skype, Google RCS, dan Secret Conversations pada FB Messenger adalah beberapa contoh lainnya.


Protokol Signal Diadopsi Perusahaan Besar

Protokol Signal tidak mencegah perusahaan menyimpan informasi tentang kapan dan dengan siapa pengguna berkomunikasi. Oleh karena itu, mungkin ada perbedaan dalam cara penyedia layanan pesan dalam menangani informasi.


Itu sebabnya perusahaan seperti Facebook bisa "mengeruk" metadata jutaan pengguna WhatsApp untuk dijual ke pengiklan.


Selain protokolnya yang mendunia, Signal app juga banyak dipilih oleh pejabat, aktivis, jurnalis, gerakan unjuk rasa, Edward Snowden, Elon Musk, Jack Dorsey, bahkan Mark Zuckerberg.


Dibekali Fitur Canggih Bernama Sealed Sender

Jika pihak WhatsApp bisa mengetahui dengan siapa saja kita chat lewat metadata, Signal tidak. Upayanya untuk meminimalkan jumlah data dan metadata pada tiap pesan menjadikannya leading encrypted messaging app.


Bayangkan kalian mengirim surat fisik tradisional. Bagian luar paket akan menyertakan alamat pengirim dan penerima ya kan?.



Komponen dasar yang sama berlaku dalam dunia komunikasi. Penyedia layanan tidak dapat "melihat ke isi pesan" karena konten terenkripsi E2E, tetapi informasi yang tertulis di luar tidak tercover enkripsi.


Dengan fitur sealed sender yang dimiliki Signal, pertukaran informasi / data ketika komunikasi berlangsung akan menjadi jauh lebih aman.


Isi pesan dienkripsi E2E dengan Signal Protocol seperti biasa, tetapi "amplop" yang berisi sertifikat pengirim serta cipher-text pesan juga dienkripsi menggunakan kunci identitas pengirim dan penerima.


Pengembang Tidak Suka Exploitasi Data User

Facebook tidak membangun teknologi untuk kita, mereka membangun teknologi untuk data kita. Mereka mengumpulkan semua yang mereka bisa dari FB, WA, dan Instagram lalu menjualnya. Begitu kata Signal dalam blog resminya.


Baca juga :


Dalam artikel yang sama, mereka membagikan betapa lengkapnya data pengguna yang bisa dikumpulkan oleh Facebook CS.


Iklan Instagram Data Pengguna Aplikasi

Metadata memuat data sensitif yang seharusnya bersifat pribadi yang bisa dikontrol oleh pengguna, bukan sebagai bahan yang bisa diexploitasi tanpa batas oleh pihak-pihak tertentu.


Kita jadi teringat dengan pengakuan Michael Hayden, seorang mantan kepala Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat.


Ia pernah mengakui, "Kami mem6unuh orang berdasarkan metadata dengan Drone Strike di seluruh dunia". Sampai disini, masihkah ada yang berfikir atau menganggap metadata tidak penting?.


Platform & Spirit Open Source Software (FOSS)

Moxie dan timnya percaya pada software open source. Mereka membuka seluruh source code server dan client yang tersedia untuk platform Android, iOS, sedangkan untuk desktop, ada Windows, Mac OS, dan Signal untuk Linux.


Seperti proyek open source lainnya, Signal menyediakan saluran komunitas dimana user bisa berinteraksi dengan developer.


Signal Messenger Community

Di tempat yang sama, kita bisa mengikuti proses pengembangan versi Beta, memberikan feedback, atau berbagi informasi antar member. Tertarik?. Kalian bisa mengunjungi forum resminya di community.signalusers.org.


Untuk yang ingin memberikan kontribusi berupa materi, Signal menerima donasi, termasuk dalam bentuk cryptocurrency.


Itulah fakta menarik tentang Signal Messenger, aplikasi chat yang aman selain WhatsApp dan Telegram yang bisa kita tulis. Ikuti terus update dunia teknologi terbaru dengan like and follow akun sosial media Umahdroid.

Tidak ada komentar

DAPATKAN UPDATE ARTIKEL GRATIS