4 Mitos Private Browsing Yang Banyak Dipercaya Orang Awam - Umahdroid

Tentang Private Browsing - Kalian mungkin sering atau setidaknya pernah mendengar istilah private browsing dan incognito mode. Name pertama digunakan oleh Mozilla untuk Firefox, sedangkan nama kedua dipakai oleh Google Chrome.


Keduanya sama-sama menjadi fitur web browser paling populer. Masalahnya, masih banyak orang yang salah menilai, terutama fungsi fitur yang dalam bahasa Indonesia berarti mode penyamaran.


Itulah alasan utama mengapa Umahdroid membuat tulisan ini.


Mitos Private Browsing

Semoga dengan adanya artikel ini bisa sedikit memberikan pencerahan. Disini kita akan memberikan 4 mitos tentang private browsing yang masih banyak dipercaya masyarakat umum. Langsung saja, mari kita mulai!.


#1 Membuat Jadi Anonymous

Faktanya, penjelajahan pribadi tidak menutupi identitas atau aktivitas online kita. Situs web dan penyedia layanan Internet masih dapat mengumpulkan informasi tentang kunjungan, meskipun kita dalam keadaan tidak login.


Browsing Anonymous Menggunakan Firefox

Biasanya hal semacam ini sudah tertera dalam halaman privacy policy atau term of service sebuah website.


Baca juga :


Masalahnya, nyaris tidak ada yang mau membacanya. Yah mirip seperti membaca perjanjian lisensi (EULA) sebuah program, ujung-ujungnya scroll-scroll-scroll terus klik accept to continue.


#2 Menghapus Semua Traces

Private browsing bekerja dengan membiarkan user menjelajah tanpa menyimpan kata sandi, cookie, dan riwayat penjelajahan. Jika kita mengunduh file dari situs, file tersebut akan tetap ada di perangkat.


Manajemen Bookmark Mozilla Firefox

Hal yang sama berlaku untuk bookmark. Halaman yang telah ditambahkan ke dalam bookmark akan tetap tersimpan, sekalipun saat kita surfing memakai mode penyamaran.


#3 Tidak Menampilkan Riwayat

Private Browsing akan (secara default) menampilkan situs dan bookmark yang sudah kita kunjungi saat mengetikan alamat atau keyword di URL-bar. Halaman-halaman tersebut disimpan selama normal browsing.


Browsing History Mozilla Firefox

Gambar di atas adalah contoh tangkapan layar aka screenshot Firefox dari panel history yang diambil langsung di perangkat kita. Hal yang sama juga berlaku untuk peramban lain, seperti Google Chrome.


#4 Anti Spyware & Keylogger

Kenyataannya, private browsing tidak melindungi kita dari malware yang sudah menyerang komputer yang mungkin dapat mencuri informasi-informasi tertentu dari perangkat yang terinfeksi.


Aplikasi Keylogger Malware

Sebaiknya tidak mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Hindari juga login ke akun-akun penting seperti mengakses akun bank menggunakan komputer umum (misal di warnet)


Itulah empat mitos tentang penjelajahan pribadi yang masih banyak dipercaya orang. Akhir kata, terimkasih sudah membaca, tetap jaga kesehatan semua!.

4 Mitos Private Browsing Yang Banyak Dipercaya Orang Awam

Tentang Private Browsing - Kalian mungkin sering atau setidaknya pernah mendengar istilah private browsing dan incognito mode. Name pertama digunakan oleh Mozilla untuk Firefox, sedangkan nama kedua dipakai oleh Google Chrome.


Keduanya sama-sama menjadi fitur web browser paling populer. Masalahnya, masih banyak orang yang salah menilai, terutama fungsi fitur yang dalam bahasa Indonesia berarti mode penyamaran.


Itulah alasan utama mengapa Umahdroid membuat tulisan ini.


Mitos Private Browsing

Semoga dengan adanya artikel ini bisa sedikit memberikan pencerahan. Disini kita akan memberikan 4 mitos tentang private browsing yang masih banyak dipercaya masyarakat umum. Langsung saja, mari kita mulai!.


#1 Membuat Jadi Anonymous

Faktanya, penjelajahan pribadi tidak menutupi identitas atau aktivitas online kita. Situs web dan penyedia layanan Internet masih dapat mengumpulkan informasi tentang kunjungan, meskipun kita dalam keadaan tidak login.


Browsing Anonymous Menggunakan Firefox

Biasanya hal semacam ini sudah tertera dalam halaman privacy policy atau term of service sebuah website.


Baca juga :


Masalahnya, nyaris tidak ada yang mau membacanya. Yah mirip seperti membaca perjanjian lisensi (EULA) sebuah program, ujung-ujungnya scroll-scroll-scroll terus klik accept to continue.


#2 Menghapus Semua Traces

Private browsing bekerja dengan membiarkan user menjelajah tanpa menyimpan kata sandi, cookie, dan riwayat penjelajahan. Jika kita mengunduh file dari situs, file tersebut akan tetap ada di perangkat.


Manajemen Bookmark Mozilla Firefox

Hal yang sama berlaku untuk bookmark. Halaman yang telah ditambahkan ke dalam bookmark akan tetap tersimpan, sekalipun saat kita surfing memakai mode penyamaran.


#3 Tidak Menampilkan Riwayat

Private Browsing akan (secara default) menampilkan situs dan bookmark yang sudah kita kunjungi saat mengetikan alamat atau keyword di URL-bar. Halaman-halaman tersebut disimpan selama normal browsing.


Browsing History Mozilla Firefox

Gambar di atas adalah contoh tangkapan layar aka screenshot Firefox dari panel history yang diambil langsung di perangkat kita. Hal yang sama juga berlaku untuk peramban lain, seperti Google Chrome.


#4 Anti Spyware & Keylogger

Kenyataannya, private browsing tidak melindungi kita dari malware yang sudah menyerang komputer yang mungkin dapat mencuri informasi-informasi tertentu dari perangkat yang terinfeksi.


Aplikasi Keylogger Malware

Sebaiknya tidak mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Hindari juga login ke akun-akun penting seperti mengakses akun bank menggunakan komputer umum (misal di warnet)


Itulah empat mitos tentang penjelajahan pribadi yang masih banyak dipercaya orang. Akhir kata, terimkasih sudah membaca, tetap jaga kesehatan semua!.

Tidak ada komentar

DAPATKAN UPDATE ARTIKEL GRATIS